Awalnya tim dokter menduga Ajeng mengalami infeksi herpes. "Dari pemeriksaan lab, infeksi herpes yang awalnya diduga dialami Ajeng ternyata negatif. Ada kemungkinan infeksi lain, walau kecil. Tetapi kami tidak melakukan pemeriksaan infeksi tersebut karena menyangkut biaya," ujar dokter Budi Setia Budiawan dari Sub Bagian Alergi Imunalogi Ilmu Kesehatan Anak RS Hasan Sadikin saat ditemui di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Selasa (23/11/2009).
Dengan demikian, ada dua dugaan awal yang kini dipastikan negatif yakni herpes dan Stevens Jhonsons Syndrome (SJS). Indikasi SJS dinyatakan negatif karena kulit Ajeng yang melepuh lebih dari 40 persen, sementara pada SJS kulit yang melepuh hanya 10 persen. Satu-satunya indikasi awal yang kemudian dipastikan dialami Ajeng adalah TEN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obat yang tadinya diberikan menggunakan injeksi, sekarang sudah bisa diminum melalui mulut. "Dengan kondisi seperti ini, minggu ini Ajeng sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa. Tadinya hari ini sudah mau dipindahkan, hanya saja untuk mencegah infeksi kami memutuskan untuk belum memindahkan dahulu" tambah Budi.
Ajeng masuk RSHS pada 13 November 2009, masih dirawat di ruang PICU. Orang tuanya hanya boleh masuk ruangan di jam-jam, tertentu tidak boleh ditunggui sepanjang hari. "Kalau nanti sudah dipindah ke ruang rawat biasa, saya kira tidak akan lama lagi ajeng akan dirawat di sini," ujar Budi.
(lom/lom)










































