Hal ini dituturkan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, yang juga Deputi Menko Perekonomian dalam jumpa pers Temu Nasional Desa Mandiri Energi di Hotel Hyatt Regency, Bandung, Senin (23/11/2009).
Temu Nasional Desa Mandiri Energi ini diikuti 250 peserta dari seluruh Indonesia, yang merupakan perwakilan Pemda dan sejumlah LSM. Acara ini berlangsung selama tiga hari berisi workshop, pameran teknologi juga kunjungan ke salah satu Desa Mandiri Energi di Jabar yakni Desa Harun Gombong, di Sumedang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada 2010, pemerintah menargetkan adanya 1.000 Desa Mandiri Energi. Kita targetkan pada 2013 ada 3.000 Desa Mandiri Energi," tambahnya.
Dijelaskan Bayu, suatu desa dikategorikan Desa Mandiri Energi jika 60 persen kebutuhan energinya sudah bisa dipenuhi oleh sumber daya lokal. Energinya bisa diperoleh dari tenaga surya, air, biogas ataupun biodiesel berbahan jarak pagar.
Lebih lanjut Bayu menuturkan, tujuan Desa Mandiri Energi sebagai perwujudan program diversifikasi energi dan penanggulangan kemiskinan di daerah-daerah terpencil. Saat ini, kebanyakan daerah yang memiliki potensi energi lebih memilih menggunakan air dan bahan bakar nabati.
"Bahan-bahan energi alami dan kelapa sawit, jarak, kelapa, yamplung dan kemiri sunang, banyak ditemukan di Indonesia. Selain itu pengolahannya menjadi sumber energi jauh lebih murah dan mudah ketimbang sumber-sumber lain seperti sinar matahari, angin atau pun ombak," jelasnya.
(lom/lom)










































