Masyarakat, institusi, atau siapapun bisa mendaftar ke panitia 'Kala Bandung', atau ke Mahanagari jika ingin meminjam banner berisi untaian sejarah Bandung tersebut.
"Banner 'Kala Bandung' walaupun hak ciptanya milik Mahanagari, tapi 'Kala Bandung' adalaj banner milik publik yang dapat dipinjamkan kepada komunitas atau pemerintah, atau siapa saja untuk keperluan kampanye budaya sejarah," ujar Ben saat ditemui di Taman Cikapayang, Sabtu (21/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun helarfest sudah usai nanti, namun kampanyenya tidak akan berhenti, tahun depan juga akan tetap berkeliling," ujarnya.
Bahkan menurut Ben, banner tersebut akan selalu diperbaharui dengan sejarah-sejarah di Kota Bandung lainnya, serta sumber-sumber lainnya.
Pantauan detikbandung, sekitar Taman Cikapayang sudah ramai dikunjungi masyarakat untuk melihat pameran 'Kala Bandung'. Begitu juga dengan foto-foto yang berada di bawah flyover pasupati pun sudah banyak yang melihat.
Foto-foto yang dipajang diantaranya, Geedung Sate Tahun 1920, Tama Balai Kota Tahun 1920, ITB Tahun 1920, Viaduct Bandung Tahun 1840, Sisi Selatan Braga Lama Tahun 1911, dan perempatan Jalan Ahmad Yani-Riau Tahun 1980.
(avi/avi)











































