"Pas hujan malam itu, ada suara keretek keretek keras di rumahnya Basroh, saya kira itu suara tikus, tapi saya lihati tidak ada. Bahkan saya sempat ke belakang rumah Basroh untuk melihat apakah ada yang membetulkan genteng atau tidak, ternyata tidak ada," kata Toha saat ditemui di lokasi.
Kemudian Toha terkejur saat dirinya kembali ke luar, dia melihat genteng rumah milik Basroh sudah lepas satu-persatu. Dia lalu meminta keluarga Basroh untuk keluar rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Toha, Enok (52) mengatakan ambrolnya rumah Basroh dikiranya gempa. "Saya kaget waktu denger suara keras geruduk-geruduk, pas dilihat ternyata rumah tetangga saya hanyut," kata Enok.
Saat ini warga masih gotong royong membangun tanggul. Kerja bakti ini difokuskan untuk mengikis tanah yang ada di bantaran sungai Cidurian agar tidak menghambat arus air. (avi/avi)











































