Dipilihnya Sumedang dalam penelitian JICA berdasarkan rekomendasi Departemen Perdagangan RI dengan JICA Study Team.
"Kondisinya petani masih menanam nilam dengan varietas yang bermacam-macam, tidak jelas," kata ketua tim studi JICA H Yamauchi seusai bertemu dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Jumat (20/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian yang dilakukan, JICA tidak memfokuskan materi penelitian pada produksi nilam, namun lebih kepada pengelompokan petani-petani nilam yang dinilainya masih berpencar.
"Kondisi petani, penyuling dan penjual masih terpencar atau tidak tergabung dalam satu kluster," papar Yamauchi.
Penelitian yang tengah berjalan dan akan berakhir Februari 2010 nanti diharapkan mampu menelurkan rekomendasi pengelompokan UKM minyak nilan yang akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jabar.
"Kalau semuanya berhasil digabungkan, akan diterapkan terhadap kluster kluster lainnya di Indonesia," sambungnya.
Di tempat sama, Heryawan mengatakan pihaknya dipastikan menerima rekomendasi hasil penelitian yang dilakukan JICA. "Ya pasti, komitmen kita untuk menerimanya," kata Heryawan.
"Kalau kita yang melakukan studi kan panjang lagi, ini ada yang gratisan kenapa tidak," selorohnya. (ahy/avi)











































