Dalam aksinya, Budi (30), mengaku menghujam Uhe (25) dengan sebilah sangkur komando di bagian punggung. Menurut Budi, sangkur tersebut sebelumnya sudah dipersiapkan. Ketika cekcok dengan Uhe di blok E No 190 Pasar Caringin, Selasa (11/10/2009), bapak dua anak ini berlari ke lantai bawah menuju sepeda motor.
"Sangkur itu saya simpan di bawah jok sepeda motor. Sebelumnya sangkur itu saya bawa dari rumah," jelas Budi, warga Cipatik, Kabupaten Bandung, saat di Mapolresta Bandung Barat, Kamis (19/11/2009).
Budi awalnya tidak menyangka kalau Uhe harus meregang nyawa. Setelah ada ribut-ribut di Pasar Caringin bahwa ditemukan orang tewas, Budi pun kabur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau berantem tangan kosong, pasti saya kalah. Ya, sebenernya saya takut sama Uhe," jelas Budi sambil terus menutup wajah dengan kedua tangannya.
Usai kejadian tersebut, Budi panik dan melarikan diri ke beberapa tempat. Yaitu ke Ciwidey dan Waduk Saguling.
Sangkur bekas menusuk itu, kata Budi, dibungkus plastik hitam. Lalu, sambungnya, sangkur tersebut dititipkan ke rumah mertua adiknya di Ciwidey.
"Sekalian juga saya nitip baju kotor. Sepertinya mertua mertua adik saya tidak tahu kalau di dalam plastik itu ialah sangkur komando," ungkap Budi.
(bbp/avi)











































