Sekitar pukul 11.30 WIB, sekitar 60 massa Forum Oposisi Bandung dan Komunitas Gerbong Bawah Tanah, mulai menggelar aksi. Selain memajang boneka buaya yang diisi nasi kuning, mereka juga memasang spanduk bertuliskan "Kasus KPK Belum Usai".
Spanduk itu ditulis di kain hitam dengan tinta warna putih, dipasang di depan meja yang di atasnya diletakkan buaya boneka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian massa juga membagikan potongan kertas minyak berbentuk cicak kepada orang yang lewat di sekitar lokasi aksi. Suryawijaya, Koordinator Forum Oposisi Bandung, menuturkan pembagian cicak dari kertas minyak ini adalah representasi dari buaya yang dilawan oleh cicak-cicak yang kecil.
"Saat ini hampir semua institusi di Indonesia sudah dimasuki buaya. Sedangkan masyarakat yang diibaratkan sebagai cicak kecil, seolah tidak berdaya melawan buaya meski jumlahnya banyak," ujarnya di sela-sela aksi, Kamis (19/11/2009).
Ditambahkan Suryawijaya, warna-warni pada kertas yang berbentuk cicak merupakan simbol dari keragaman budaya bangsa.
Salah seorang peserta aksi dari komunitas Gerbong Bawah Tanah, mencoba memberikan sepiring nasi kuning yang diambil dari perut boneka buaya kepada polsi yang berjaga. Namun polisi tersebut menolaknya dengan alasan ia sedang puasa.
Gagal memberikan pada satu polisi, penampil mencoba memberikan pada polisi lain dan diterima. Namun tak berapa lama kemudian, nasi tersebut diberikan kepada orang lewat di sekitar lokasi aksi.
Setelah berlangsung sekitar 20 menit, massa mengakhiri aksinya dengan makan nasi kuning bersama dari perut boneka buaya yang mereka siapkan. Sekitar 20 warga yang lewat di sekitar lokasi, juga turut serta. Sementara polisi yang jumlahnya sekitar 20 orang tetap berjaga. Tidak ada kemacetan yang timbul akibat aksi ini.
(lom/lom)











































