"Ini sebenarnya ada apa, masyarakat tentu ingin tahu. Masak kepala negara tidak percaya dengan tim bentukannya sendiri," ketus Rahmat Jabaril, Koordinator Gerbong Bawah Tanah, saat ditemui menjelang aksi "Pesta Makan Buaya" Cikapayang, persis di bawah Jembatan Pasupati, Kamis (19/11/2009).
Disiapkan satu boneka buaya sepanjang kira-kira 1 meter yang terbuat dari stereofoam dan dibalut kertas warna hijau. Di bagian perutnya dibuat cekungan, dialasi daun pisang dan diisi lauk pauk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rahmat, boneka buaya yang diisi makanan ini adalah simbolisasi perlawanan rakyat Indonesia kepada buaya-buaya yang merusak bangsa.
"Buaya-buaya yang merusak bangsa sudah sepatutnya dibasmi. Makanya kita simbolkan dengan aksi makan bersama ini," jelasnya.
Selain "Pesta Makan Buaya", aksi yang didukung belasan seniman Bandung ini juga menggelar pertunjukan teaterikal bertema "Mafia Hukum di Indonesia".
"Harapan diadakannya aksi ini, Presiden SBY bisa mengambil sikap tegas dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak. Bukan hukum formal yang bisa dimainkan oknum-oknum tertentu," papar Rahmat.
Pada Rabu kemarin, SBY berpidato,"Jangan pula saya sebagai Presiden didorong, dipaksa mengambil langkah yang bukan wewenang saya. Karena kalau saya lakukan, itu artinya saya melawan konstitusi."
(lom/lom)











































