Hal tersebut dikatakan Sunarta terkait adanya isu politik uang yang terjadi dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar.
Panitia juga sudah membentuk tim verivikasi untuk mengawas bakal calon yang mengajukan sebagai ketua DPD. Menurut Sunatra, politik uang atau jual beli suara dapat merusak citra partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musda pemilihan Ketua DPD I Golkar Jabar sendiri akan digelar pada tanggal 29 November hingga 1 Desember 2009 mendatang di Hotel Savoy Homan. Musda tersebut direncanakan akan dibuka oleh Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan dihadiri oleh 500 undangan yang juga akan menginap di Savoy Homan.
Calon Ketua DPD I Golkar Jabar akan memperebutkan 30 suara yang terdiri dari 26 suara DPD tingkat II Kabupaten Kota, 1 suara DPP, sisanya dari ormas pendiri Golkar.
Pemilihan tersebut, kata Sunatra akan dibagi menjadi dua tahap. Yang pertama yaitu penyaringan dari bakal calon menjadi calon. "Bakal calon yang menjadi calon setidaknya harus mengantongi 30 persen dari total suara, atau sekitar 9 suara," jelasnya.
"Setelah itu, bakal calon tersebut baru bisa menjadi calon untuk ikut dalam pemilihan tahap selanjutnya," imbuhnya.
Namun dikatakan Sunatra, apabila dalam tahap petama balon bisa memperoleh suara 50 eren plus asatru atau 16 suara, maka secara otomatis balon tersebut diangkat menjadi ketua DPD I Golkar.
(avi/ern)










































