Kematian Hadi Purnomo (14) yang diduga gantung diri di kamarnya dengan tali jemuran pada Senin (16/11/2009), diyakini keluarga bukan bunuh diri. Keluarga menduga itu kecelakaan.
Hal itu dituturkan Ua korban, Nuriadi (41) ditemui di rumahnya yang berdampingan dengan rumah orangtua Hadi di Jalan Karees Timur RT 3 RW 8 Kelurahan Samoja Kecamatan Batununggal, Selasa (17/11/2009).
"Untuk sengaja bunuh diri tidak mungkin, karena motifnya juga enggak jelas. Selama ini tidak masalah baik di lingkungan keluarga, rumah maupun sekolah. Kalau katanya suka disetrap oleh gurunya, itu juga kan belum tentu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Talinya berada di bawah dagu, tali juga tidak ditemukan sengaja menyimpul," ungkapnya.
Menurut Nuriadi, keberadaan tali di kamar karena memang selama ini Hadi dan adiknya Ayu Lestari (9) kerap bermain ayunan. Tali diikatkan ke kuda-kuda, karena kebetulan rumahnya tak dipasangi eternit. "Biasanya ayunannya suka pakai sarung," tutur Nuriadi.
Nuriadi bercerita, orang yang pertama kali melihat kondisi Hadi adalah Ayu. Adiknya itu melihat kakaknya sudah tergantung melalui jendela rumah Nuriadi, yang memang berdampingan.
"Karena pintu terkunci, jadi saya bongkar pintunya. Kalau soal pintu dikunci, memang rumah itu biasanya juga sering terkunci," jelas Nuriadi.
Tadi malam, Kapolresta Bandung Tengah AKBP I Wayan Supartha menyatakan polisi tak menemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, air seni korban keluar. Jenazah langsung divisum di RS Hasan Sadikin Bandung.
Hadi ditemukan dalam keadaan tergantung di kuda-kuda kamarnya oleh adik perempuannya, Ayu Lestari (10), sebelum maghrib. Siang hari, teman korban sempat melihat korban masih bermain bola di gang rumahnya.
Kematian Hadi dengan cara gantung diri ini sungguh tragis, karena terjadi bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-14 yang jatuh pada tanggal 16 November. (ern/ern)











































