Menurut dokter Budi Setia Budiawan, dari Sub Bagian Alergi Imunalogi Ilmu Kesehatan Anak RS Hasan Sadikin yang menangani Ajeng, obat yang saat ini diberikan yakni ada pemberian obat berupa tablet, salep dan injeksi. Namun dosis dan jenisnya, ditentukan sesuai kondisi terakhir pasien berdasarkan analisa para dokter ahli.
"Obat yang diberikan tiga jenis itu, tetapi untuk pemberiannya berapa kali, saya kurang paham. Karena untuk kasus Ajeng, ada juga dokter mata, dokter kulit, yang memberikan perawatan tersendiri," ujarnya. Dokter mata dilibatkan karena kulit luar di bawa alis Ajeng pun turut melepuh.
Untuk makan dan minum, pasien diperkenankan makan dan minum apa saja asal tidak menimbulkan alergi pada pasien. "Kita sebelumnya tanya dulu pada orangtuanya, apa saja makanan yang menimbulkan alergi. Tetapi saat ini kita memberikan makanan dalam bentuk cairan, yang kira-kira aman. Tidak lewat infus, pakai sedotan saja," tambah Budi.
Ajeng yang mulai dirawat di RSHS sejak Jumat (13/11/2009), kondisinya saat ini sudah mulai stabil. Meski demikian, 50 persen kulit luarnya masih melepuh dan mengeluarkan cairan nanah. (lom/lom)











































