Tabib Palsu Peneror Keluarga Amy Jualan Baju di Caringin

Mahasiswa Poltek Telkom Dibunuh Pencuri

Tabib Palsu Peneror Keluarga Amy Jualan Baju di Caringin

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 16 Nov 2009 17:32 WIB
Tabib Palsu Peneror Keluarga Amy Jualan Baju di Caringin
Bandung -

Keseharian Mustofa Jamilah pelaku teror keluarga almarhum Amy Abdul Muchy, adalah pedagang pakaian di Pasar Caringin. Dia nekat melakukan teror karena dagangannnya sepi pembeli.

Hal ini diakui Mustofa kepada wartawan di Mapolsek Bandung Kulon, Senin (16/11/2009). "Selain sepi pembeli, juga musim hujan, sehingga saya melakukan perbuatan ini," kata Mustofa.

Mustofa mengaku pada saat dirinya melakukan teror kepada ayah Amy, Dodi Ahmad Djajuli yang tinggal di Cimahi I Blok 2 Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, dia hanya ingin menakut-nakuti sehingga Dodi tertarik menjadi pasiennya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam brosur yang kini menjadi barang bukti, Mustafa mengaku sebagai tabib pengobatan 'Si Raja Ilmu Alam Gaib' dengan nama Muhammad Kodir Jalani. Brosur tersebut sebelumnya akan diberikan kepada keluarga Dodi, namun aksi tersebut keburu digagalkan polisi.

Mustofa juga mengaku dalam brosurnya, dia memiliki pusaka berupa tasbih ajaib juga didampingi oleh 98 jin islam. Selain itu, Mustofa menuliskan penyakit atau masalah yang bisa disembuhkannya seperti anti santet, patah tulang, kanker, stroke dan buta.

Dia pun menyatakan dirinya memiliki kemampuan untuk mengetahui siapa pelaku perampokan atau pencurian. Para pencuri yang masuk ke dalam rumah atau toko akan menjadi diam terpaku selama 26 jam.

Dari keterangan Mustofa, dia mengetahui keluarga Dodi setelah tahu kejadian bahwa anak Dodi meninggal karena dibunuh pencuri dari seorang sopir angkot. Kebetulan dirinya masih satu daerah dengan Dodi, yaitu di kawasan Cijerah.

"Saya tahu ada kabar anak tewas itu dari sopir angkot, kemudian saya mencari alamat rumah tersebut, dan saya ketemu rumahnya. Warga di situ bilang anak ketua RW yang meninggal itu," tutur Mustafa.

Dalam beberapa surat kaleng yang dilayangkan kepada keluarga Dodi, Mustafa menuliskan 'Buat Dodi RW di tempat, tolong dibaca surat yang ada di dalam ini baik-baik'. Sementara surat lainya berisi ancaman kepada anak kedua Dodi yang akan dibunuh atau rumah Dodi akan disiram bensin.

(avi/lom)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini