Pasien yang Datang ke RSUD Soreang Menunjukkan Penurunan

Efek Samping Pengobatan Massal Filariasis

Pasien yang Datang ke RSUD Soreang Menunjukkan Penurunan

Pradipta Nugrahanto - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2009 11:43 WIB
Pasien yang Datang ke RSUD Soreang Menunjukkan Penurunan
Bandung -

Empat hari pasca pemberian obat anti filariasis gratis di Kabupaten Bandung, pasien yang mendatangi RSUD Soreang setelah mengkonsumsi obat anti filariasis hingga Sabtu (14/11/2009) terus mengindikasikan penurunan.

Seperti dituturkan oleh Mahendrawan Ismono, Humas RSUD Soreang ketika dihubungi detikbandung via telepon selulernya Sabtu (14/11/2009).

"Ini yang melegakan bagi kami. Dari hari ke hari jumlah pasien yang masuk IGD terus menurun. Begitu pula dengan yang dirawat di Ruang Mawar Kelas 3," tutur Mahendrawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Mahendrawan menuturkan meski jumlah pasien terus menurun, tidak berarti kesiagaan dikendurkan.

"Kesiagaan tetap sama saja. Mau pasien banyak atau sedikit. Untuk kasus ini kami tidak menetapkan jangka waktu siaga sampai kapan," imbuhnya.

Sementara pasokan infus dan obat-obatan untuk penanganan kasus ini diakui Mahendrawan sudah cukup banyak dan berjalan lancar.

"Untuk infus dan obatnya kan dibantu dari Dinkes Kabupaten Bandung. Sampai saat ini distribusinya lancar dan cepat," ujar Mahendrawan.

Data dari Dinas Kesehatan Jabar, 500 lebih pasien yang sempat dirawat dan sebagian masih menginap.  Sementara korban meninggal yang diketahui setidaknya berjumlah 8 orang.

Efek samping setelah mengkonsumsi obat filariasis di Kabupaten Bandung ini, disebut sebagai kejadian luar biasa. Kegiatan pengobatan masal sejenis sudah dilakukan di banyak negara, termasuk di Indonesia seperti Banten dan Kabupaten Bandung. Namun tidak ada yang efek sampingnya seperti yang dialami warga di Kabupaten Bandung.

Pengobatan massal filariasis di Kabupaten Bandung ini, dilakukan serentak oleh seluruh Puskesmas pada Selasa (10/11/2009). Dinas Kesehatan telah membentuk tim untuk menyelidiki, demikian juga badan kesehatan dunia (WHO) telah mendapat informasi mengenai kejadian ini.

(dip/bbp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini