Hingga hari ini Sabtu (14/11/2009), pasien yang mendatangi RSUD Soreang setelah mengkonsumsi obat anti filariasis masih berdatangan. Sampai pukul 10.30 WIB, ada dua pasien yang baru masuk.
Total pasien yang dirawat di RSUD Soreang setelah mengkonsumsi obat anti filariasis pada Selasa, (10/11/2009), sudah mencapai 97 orang. Dari jumlah tersebut, tinggal 12 orang yang menjalani observasi di IGD dan 19 orang yang dirawat di Ruang Mawar Kelas 3 RSUD Soreang.
"Hari pertama delapan orang dirawat, hari kedua enam puluh orang, hari ketiga tujuh orang dirawat, hari ini masuk enam orang dirawat," tutur Mahendrawan Ismono, Humas RSUD Soreang ketika dihubungi detikbandung via telepon selulernya Sabtu (14/11/2009)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluhan-keluhannya masih sama saja dengan kemarin-kemarin," ujar Mahendrawan.
Sementara itu, mayoritas pasien yang dirawat inap ataupun di observasi di IGD kondisinya berangsur-angsur mulai membaik bahkan sebagian besar sudah diperkenankan pulang.
Data dari Dinas Kesehatan Jabar, sampai saat ini sudah 8 orang meninggal akibat kontraindikasi setelah meminum obat anti filariasis saat pengobatan massal di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Sementara yang sempat dirawat dan sebagian masih menginap berjumlah 579 orang dan masih bertambah.
Efek setelah mengkonsumsi obat filariasis di Majalaya ini, disebut sebagai kejadian luar biasa. Kegiatan pengobatan masal sejenis sudah dilakukan di banyak negara, termasuk di daerah lain di Indonesia seperti Banten. Namun tidak ada yang efek sampingnya seperti yang dialami warga Majalaya.
Untuk menyelidiki kejadian ini, Dinas Kesehatan telah membentuk tim. Demikian juga badan kesehatan dunia (WHO) telah mendapat informasi mengenai kejadian ini.
(dip/bbp)











































