Siangnya Main, Makan Obat Langsung Mencret

Balita Pasien Obat Anti Filariasis

Siangnya Main, Makan Obat Langsung Mencret

- detikNews
Jumat, 13 Nov 2009 16:31 WIB
Siangnya Main, Makan Obat Langsung Mencret
Bandung - Keluarga Dini Nuraeni yang baru berusia 2 tahun 8 bulan, hanya bisa pasrah Dini tergeletak di atas veldbed di lorong RSUD Soreang. Bocah perepuan itu menjadi salah satu korban efek samping obat anti filiariasis.

Kohana (45) nenek Dini, masih melihat cucunya bermain bersama sebayanya di rumah saat siang hari, Selasa (10/11/2009). Keceriaan Dini seketika berubah jadi keluhan, setelah ia meminum obat anti filariasis yang dibagikan gratis. Hari itu, seluruh puskesmas di Kabupaten Bandung serentak membagikan obat anti filariasis, sebagai kampanye pemerintah membantas penyakit filariasis.

"Siangnya masih main biasa sama anak-anak di kampung," ujar  sang nenek Kohana (45) ketika ditemui detikbandung di RSUD Soreang, Jumat (13/11/2009).

Anak pertama dari pasangan Yoyo (25) Heni (21) ini langsung mual dan muntah disusul mencret setelah memakan obat. "Mungkin kondisinya sudah tidak fit, teman-temannya tidak sakit. Obat yang diberikan dua macam warna hijau dan putih. Setelah dibawa ke Bidan desa dirujuk ke RSUD Soreang," ujar Kohana.

Kohana menuturkan, Dini minum obat dengan cara digerus dengan sendok dan diberi sedikit air. "Minumnya digerus dengan sendok karena tidak bisa menelan," tambah Kohana.

Warga Kampung Sekeawi Desa Rancatungku RT.01/05 Kec. Pamengpeuk Kabupaten Bandung ini mengaku lega karena sang cucu berangsur membaik setelah dirawat inap selama tiga hari.

"Sekarang sudah bisa tidur hanya masih mencret sedikit. Sudah bisa makan, walau masih bubur dari rumah sakit dan kueh mari. Katanya ada infeksi, makanya masih belum boleh pulang," terang Kohana.

Soal kondisi Dini yang terpaksa dirawat  di lorong RSUD Soreang karena penuhnya ruang rawat dan IGD, Kohana tidak mengeluh. "Gak apa-apa tidak di kamar yang penting sehat. Lagian di sini diobati gratis," ujarnya lirih.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, hingga pukul 11.00 WIB, Jumat (13/11/2009), jumlah warga yang berobat ke rumah sakit usai minum obat anti kaki gajah atau filariasis di Kabupaten Bandung mencapai 917 orang. Sebagian besar dari mereka sudah pulang, namun masih ada puluhan yang dirawat. Selain di RSUD Soreang, RS Ebah Majalaya juga ramai didatangi warga yang mengalami efek samping obat anti filiariasis yang mereka konsumsi.

(dip/lom)


Berita Terkait