Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Korban yang telah meninggal di tempat pun langsung dibawa ke RSHS menggunakan ambulans.
Salah satu keluarga korban Suwasih (52) menuturkan, polisi menghubungi salah satu anggota keluarga melalui telepon.
"Tiba-tiba salah satu keluarga kami ada yang ditelepon oleh polisi. Kami semua langsung berangkat ke sini," ujarnya saat ditemui di RSHS.
Begitu tiba di RSHS pukul 12.45 WIB, keluarga yang berjumlah sekitar 10 orang langsung masuk ke kamar mayat untuk memastikan jenazah. Sontak mereka histeris, bahkan beberapa sempat pingsan.
Menurut Suwasih, tidak ada firasat apa pun di keluarga. "Makanya kami sangat terkejut dan masih tidak percaya Kurnadi meninggal dengan tragis seperti ini," tutur Suwasih pilu.
Kurnadi yang tinggal di Maleber Utara, dekat STM Mutiara, sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan. "Pekerjaannya tidak tentu, tetapi seringnya sebagai kuli bangunan. Kami tidak tahu kenapa Kurniadi bisa ada di sana. Apa tujuannya kami tidak tahu," ujar Suwasih.
Kurniadi yang merupakan anak ketujuh dari 9 bersaudara, meninggalkan seorang istri dan 4 anak laki-laki. Istrinya sendiri masih berada di Maleber dan belum diberitahu mengenai kondisi ini.
Suwasih mengaku terakhir bertemu dengan Kurniadi tiga minggu lalu. Menurutnya lelaki yang akrab dipanggil Kurnia itu, tidak pernah menunjukkan perilaku aneh. "Sejauh ini tidak pernah ada perilakunya yang janggal," terangnya. (lom/lom)











































