Penghuni Rutan Rentan Depresi

Tahanan Tenggak Pembersih Lantai

Penghuni Rutan Rentan Depresi

- detikNews
Selasa, 10 Nov 2009 10:05 WIB
Penghuni Rutan Rentan Depresi
Bandung - Menanggapi kasus tahanan Rutan Kebonwaru yang mencoba bunuh diri, Senin (9/11/2009) Kepala Bidang Psikiatri RSHS dr Teddy Hidayat mengatakan, penghuni rutan lebih rentan terhadap depresi yang berujung pada aksi bunuh diri.

"Masuk rumah tahanan itu sudah pasti sebuah tekanan berat. Tidak ada yang mau kebebasannya terenggut, juga nama baik dan banyak hal-hal lain yang bisa didapatkan sebelum seseorang ditahan di rutan," tutur Teddy ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, RSHS Bandung, Senin (9/11/2009).

Teddy menambahkan, sebaiknya tersangka pelaku tindak kejahatan harus dipersiapkan mentalnya dulu sebelum dimasukan ke rutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setidaknya harus ada jeda waktu tiga bulan untuk mempersiapkan mental sebelum masuk rutan. Selama itu bisa ditahan di tempat lain selain rutan," imbuh Teddy.

Ketika dikonfirmasi apakah setiap tahanan berpeluang melakukan bunuh diri, Teddy menyanggahnya. "Peluang pasti ada. Tapi yang harus kita pegang adalah setiap orang tidak ingin mati. Hanya kondisi yang menyebabkan kematian tersebut," lanjut Teddy.

Sebagai solusinya, Teddy menganjurkan agar setiap LP dilengkapi dengan lembaga konseling dengan tenaga psikiater didalamnya.

"Sayangnya sampai saat ini untuk menuju kesana masih sulit. Kebanyakan pihak masih menempatkan urusan kesehatan kejiwaan sebagai masalah sekunder. Prioritas orang masih ke masalah kesehatan fisik. Padahal kesehatan jiwa juga tidak kalah penting untuk menunjang kesehatan fisik," tandas Teddy.
(dip/avi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini