Sekolah Piknik, Puluhan Murid SD Soka Terlantar

Sekolah Piknik, Puluhan Murid SD Soka Terlantar

- detikNews
Senin, 09 Nov 2009 15:09 WIB
Sekolah Piknik, Puluhan Murid SD Soka Terlantar
Bandung - Puluhan murid SD Soka di Jl Soka 34, Merdeka, Sumur Bandung, terlantar karena hampir seluruh gurunya bersama sebagian siswa ikut dalam rombongan piknik sekolah ke Ancol, Jakarta.

Dari kelas 1-6, sebagian besar murid yang tidak ikut adalah kelas 1-3. Rata-rata karena tidak diizinkan orangtuanya.

Namun karena gurunya ikut piknik, murid-murid yang tidak ikut  tidak bisa belajar seperti biasanya. Pantauan detikbandung, murid-murid kelas 3 yang seharusnya baru selesai sekolah pukul 11.30 WIB, mulai pukul 10.00 WIB sudah bubar. Tiga mata pelajaran yang harusnya diberikan hari ini, hanya satu saja yang diperoleh itu pun oleh guru pengganti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Farrel (8), murid kelas 3, dipulangkannya mereka lebih awal karena tidak adanya guru yang bisa mengajar mereka. "Kan guru-gurunya pada ke Jakarta, ke Dufan, ke Ancol. Jadi ya dipulangin," ujarnya kepada detikbandung, Senin (9/11/2009).

Dikatakan Farrel, sebelumnya tidak ada pemberitahuan bahwa murid yang tidak ikut diliburkan. "Suruhnya tetap masuk saja," tuturnya.

Farrel sendiri tidak ikut ke Dufan karena tidak diizinkan orangtuanya. "Tidak boleh, mahal," ujar Farrel sembari menuturkan bahwa yang ikut piknik per orang membayar Rp 175 ribu.

Dikatakan salah seorang guru Dadang yang masuk mengajar, dan merupakan Wali Kelas kelas IV, dirinya mengaku tidak mengetahui dengan jelas perihal kepergian rombongan piknik dari sekolahnya.

"Saya bukan panitia, saya tidak tahu," tuturnya. Dadang dan seluruh murid-muridnya belajar seperti biasa. Seluruh muridnya tidak dia izinkan untuk ke Dufan, karena ia pun tidak pergi. "Kalau pergi tetapi wali kelasnya tidak ikut, kan tidak ada yang membimbing," jelasnya.

Kondisi ini dikeluhkan salah satu orang tua siswa murid kelas 1, Eni (40). Dikatakan Eni, tidak ada pernyataan dari pihak sekolah untuk meliburkan murid-murid yang tidak ikut.

"Guru-guru bilangnya, kalau yang mau masuk, masuk aja. Kalau mau libur juga boleh. Tapi nyatanya kegiatan belajar mengajar tidak seperti hari-hari biasanya. Jadi tidak efektif, soalnya gurunya sedikit, dan harus mengajar banyak kelas," keluh Eni.

Sepengetahuan Eni, sebanyak 8 bus pariwisata tadi pagi memberangkatkan murid-murid di SD Soka dari kelas 1 hingga kelas 6 yang masing-masing kelas terdiri dari 20-30 siswa. SD Soka sendiri terdiri dari SD Soka 1-6.

Dituturkan Eni, kegiatan seperti ini memang sering dilakukan SD Soka yang disebut dengan Hari Jeda. Ini merupakan kegiatan yang dilakukan sekolah di luar sekolah. Menurutnya, kegiatan ini tidak diwajibkan kepada seluruh anak.
(lom/lom)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini