Crossing Borders, Konser Angklung Segala Zaman

Crossing Borders, Konser Angklung Segala Zaman

- detikNews
Minggu, 08 Nov 2009 09:43 WIB
Crossing Borders, Konser Angklung Segala Zaman
Bandung - Untuk yang satu ini Indonesia patut bangga. Kesenian angklung masih memiliki tempat di semua kalangan usia. Buktinya, dari anak muda hingga paruh baya menggoyang angklung dalam suatu konser bersama.

Hal itu terlihat dalam konser angklung bersama 'Crossing Borders' yang digelar Angklung Web Institute (AWI) bekerjasama dengan Menara Character Building di Balai Sartika Jalan Suryalaya, Jumat (6/11/2009) malam.

Sejumlah grup angklung remaja hingga ibu-ibu menyuguhkan komposisi musik yang beragam, dalam pertunjukan yang berdurasi sekitar 2,5 jam. Rata-rata penampil memainkan dua buah lagu baik gubahan lagu-lagu populer maupun lagu nasional dan daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibuka dengan penampilan dari Paduan Suara Anak Menara yang rata-rata anak sekolah dasar, dalam lagu 'Seperti Menara' dan 'Terima Kasih Cinta, dilanjutkan Insperto Arumba AWI Orchestra, tim angklung SMPN 3 Bandung, Menara Vokal Group, Corps Angklung V SMAN 5 Band yang menyanyikan lagu grup vokal Tangga dan Afgan, dilanjutkan dengan penampilan AWI Chambers.

Tidak hanya anak muda, ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Angklung Grup Gembira juga unjuk kebolehan dengan memainkan lagu 'Tanah Air', 'Mojang Priangan' dan O Solemio'. Sajian menyegarkan juga dipersembahkan Insperto Arumba AWI Orchestra yang memainkan lagu 'Rati Sejagat dan 'Barbie Girl'. Ditutup penampilan Temen AWI Angklung Orchestra dan lagu 'Kepompong' yang dipopulerkan Sindentosca.

Menurut Budi Supardiman, Ketua AWI, kegiatan konser tersebut adalah agenda tiga bulanan AWI. Untuk pertama kalinya, AWI bekerjasama dengan Menara Character Building setelah sukses dalam sebuah konser beberapa waktu sebelumnya.

"Acara ini untuk meningkatkan apresiasi musik arumba dan angklung," ujar Budi usai konser.

Selain itu, menurut Budi, AWI juga ingin menaikan kelas angklung dengan menggelar konser di tempat-tempat yang eksklusif termasuk hotel yang juga pernah jadi tempat penyelenggaraan.

"Dengan tempat seperti gedung atau hotel memberi kesan lebih serius dan segmen penontonnya beda," ujar Budi.

Menurut Budi ada anggapan kalau angklung sebagai musik tradisional adalah kesenian yang murah, makanya AWI mengadakan di gedung atau hotel agar angklung bisa disejajarkan dengan kesenian-kesenian modern.

Budi menambahkan, untuk konser selanjutnya di bulan Desember, AWI berencana untuk menggelar pertunjukan di Opera House Singapura. (ema/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads