Hal ini dituturkan Mamah Juariah (75), nenek Abda yang menunggu di ruang inap tahanan di RS Bhayangkara Sartika Asih, Kamis (5/11/2009).
"Waktu itu dia menulis di pintu tentang keinginannya menjadi teroris. Langsung saya hapus, saya bilang jangan seperti itu," tutur Juariah, mengenang kejadian sekitar setahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan yang dialami Abda menurut Juariah adalah karena persoalan hidupnya. Ayah Abda telah meninggal, dan mereka harus keluar dari rumah keluarga almarhum ayahnya di Jakarta. Kini mereka tinggal di rumah yang dibangun Juariah di Cimahi.
"Rumah ini tanahnya sekitar 2 tumbak, saudara yang di Jakarta ngasih Rp 30 juta, saya tambah untuk ngebangun rumah," tutur Juariah. Di Cimahi, Abda sehari-harinya menganggur dan ibunya Nengsih bekerja sebagai tukang cuci.
(lom/lom)











































