Warga di sekitar tempat tinggal Abda menilai pria 24 tahun itu seperti mengalami gangguan jiwa. Nenek Abda, Mamah Juariah (75) tidak setuju. Namun ia mengakui cucunya tersebut memang bukan anak baik.
Dituturkan Juariah, Abda kerap memukuli bahkan menginjak ibunya yang bernama Nengsih, juga adiknya bernama Faturrahman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih menurut Juariah, Abda selalu ingin diladeni seperti dibuatkan kopi sehari tiga kali. Selain itu, ia ingin rokok harus ada, meski kenyataannya ibunya hanya seorang tukang cuci pakaian.
Dituturkan Juariah, Abda hanya agak takut kepada dirinya. Tetapi saat suami Juariah atau kakek Abda masih hidup, Abda pernah membuat hal yang menyakiti hati Juariah.
"Ia pernah mau mengampak kakeknya, tetapi dilihat ibunya dan dia urung melakukannya. Abda jadi seperti ini mungkin durhaka lah," tutur Juariah.
Akibat bom yang dirakitnya meledak, Abda kehilangan mata kanannya serta mengalami luka-luka di kening dan kedua tangannya. Kini lulusan jurusan Elektronika di sebuah STM di Jakarta itu menginap di ruang inap tahanan RS Bhayangkara Sartika Asih.
(lom/lom)











































