Dua orang berperan sebagai KPK dan Polri, tiga orang berperan menjadi rakyat tertindas, satu orang membaca puisi sambil membawa bendera merah putih.
Dalam aksi tersebut diperagakan KPK dan Polri yang saling menyakiti dengan menusukkan tongkat dari kayu pada bagian perut yang disertai timbulnya bercak darah. Mereka saling menedang, menusuk, dan sesekali mengaduh, meringis kesakitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian orator berkata, "Seperi inilah gambaran jika hukum tidak ditegakkan, semua mati, yang bahagia cuma koruptor," yang disambut cibiran dari para demonstran.
Di akhir cerita, 3 rakyat tertindas mendorong, menginjak koruptor, kemudian berkumpul, dan salah satu di antaranya memegang bendera merah putih.
Saat aksi teatrikal tersebut berlangsung, seluruh demonstran duduk sambil bersenandung. Sementara anggota polisi yang berjaga memperhatikan aksi dan bergeming.
Usai aksi teatrikal tersebut, mereka kemudian ditemui anggota DPRD Jabar salah satunya Ketua Komisi A Ricky Kurniawan.
(avi/lom)











































