Menurut salah seorang anggota kepolisian yang ditemui detikbandung di lokasi kejadiaan, polisi menemukan bukti lain berupa catatan panduan perakitan bom terkait dengan ledakan yang terjadi di Kampung Cipanawar RT 1 RW 2, Cipageran, Kota Cimahi, Rabu (4/11/2009), sekitar pukul 15.30 WIB.
Menurut sumber kepolisisan, Abda Dzikri (24), korban sekaligus perakit bom, mengaku iseng membuat bom karena terobsesi teroris. "Waktu ditanya polisi dia jawab iseng saja karena penasaran pingin buat bom," tutur sumber tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikbandung, rumah yang didiami Nengsih (54) masih dijaga pihak kepolisian. Menurut petugas yang berjaga, keadaan di dalam rumah sangat sederhana.
Rumah yang didiami Nengsih dan kedua anaknya itu, Abda dan Faturahman, berisikan barang apa adanya. Dikatakan petugas, keluarga tersebut tidak memiliki tivi, ranjang, bahkan lemari penyimpan pakaian pun tidak dimiliki.
"Listrik buat lampu juga ikut nyolok dari tetangga," katanya
Ledakan keras terjadi, Rabu (4/11/2009) sekitar pukul 15.30 WIB. Akibat kejadian itu, Abda Dzikri mengalami luka di bagian tangan dan muka. Saat ini Abda masih dirawat di RS Sartika Asih. (ahy/lom)











































