Hal itu dikatakan salah seorang pengelola gedung Achmad Shahabudin saat ditemui detikbandung di ruang kerjanya di Gedung AACC, Selasa (3/11/2009). Ia menuturkan, setelah gedung dipermak pihaknya akan lebih selektif dalam memilih calon pengguna gedung. Penggunaan sendiri tidak akan lepas dari unsur budaya yang sudah melekat di gedung tersebut.
"Tapi jangan jaipongan dari daerah kampung, kan ada tempatnya,atau acara angklung dari angklung Mang Udjo," kata Achmad yang mengaku pensiunan Eselon II Pemprov Jabar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan maksud kita mau membeda-bedakan," tegasnya singkat.
Selain untuk pertunjukan seni dan budaya, layaknya gedung convention hall, AACC ke depannya juga dapat dipergunakan untuk konser musik, pertemuan, fashion show, bahkan pernikahan.
Untuk musik, jelas Achmad, pihaknya tegas menekankan daya tampung gedung yang hanya mampu menampung 350-400 orang. "Tidak seperti umumnya, kalau penyelenggara mau ramai penonton, di sini (AACC) bukan tempatnya," ujar Achmad.
Februari 2007, tragedi konser maut band metal Beside menelan 11 korban jiwa. Kapasitas penonton yang berlebih hingga mencapai ribuan penonton menjadi penyebab tragedi maut tersebut.
Ketika ditanya apakah nanti konser musik underground juga akan diizinkan main di AACC, Achmad tak menjawab tegas. "Underground? Hmm... Tapi kalau konser Krisdayanti, Ok lah," selorohnya singkat.
(ahy/ern)










































