"Zaman sudah berubah, kalau terus mengandalkan bioskop apa bisa bertahan di zaman yang semua orang mengenal yang namanya DVD?" kata salah seorang pengelola gedung Achmad Shahabudin saat ditemui di kantornya, di Gedung AACC, Jalan Braga, Selasa (3/11/2009).
Pemolesan gedung yang pernah menelan 11 nyawa saat konser maut Februari 2007 lalu itu, menurut Achmad, dijamin tak akan mengubah bentuk gedung aslinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika berkeliling ke dalam gedung, terlihat sekitar 10 pekerja tengah bejibaku melakukan pemolesan. Achmad menunjukkan beberapa bagian yang tengah didandani. Plafon yang bocor, tunjuknya, akan diganti dengan plafon yang baru dan tidak terlihat kusam.
"Panggung tetap ada dan akan diturunkan sedikit karena terlalu tinggi untuk penonton di depan," jelas laki-laki penggemar jip eks militer ini.
Bukan itu saja, lantai di gedung tersebut nantinya akan dipansangi karpet. Begitu pun toilet-toilet yang ada akan didandani dengan porselen mengkilap. "Tidak ada ember, semuanya pakai shower," selorohnya, seraya menambahkan pengerjaan dimulai pada September 2009 lalu.
"Inginnya kaya ballroom hotel heritage. Apa nggak bagus, tuh," ujarnya. (ahy/ern)










































