3 Korban Trafficking Dijemput dari Tanjung Pinang

3 Korban Trafficking Dijemput dari Tanjung Pinang

Baban Gandapurnama - detikNews
Minggu, 01 Nov 2009 12:33 WIB
Bandung -

Tiga perempuan yang duanya adalah warga Jabar dijemput tim Gugus Tugas Penanganan Trafficking (GTPP) Pemprov Jabar di Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Selain tiga wanita yang diduga dijadikan PSK di Tanjung Pinang, tim juga menjemput salah seorang TKW yang kerja di Malaysia, namun kabur karena mendapat siksaan psikologis.

Keempat wanita itu langsung dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk diperiksa kesehatannya, Minggu (1/11/2009). "Empat orang itu dijemput di Tanjung Pinang, semalam pukul 20.00 WIB sudah di Bandung," ujar Wakil Ketua GTPP Jabar Netty Heryawan ditemui di RSHS.

Tiga perempuan yang dijadikan PSK itu adalah S (22) warga Bogor, L (26) warga Bogor, dan seorang ABG KL (13) warga Banten. Sementara TKW yang kabur dari majikannya adalah ES (58), warga Soreang Kabupaten Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua orang wanita asal Jabar yang jadi PSK itu, baru seminggu kerja di sebuah lokalisasi di Tanjung Pinang. Mereka kena tipu, setelah bertemu dengan seseorang di terminal yang menjanjikan keduanya jadi waitress di bar. Nah kalau yang dari Banten sudah sebulan dijadikan PSK di sana," jelas Netty.

Ketiganya dijanjikan akan mendapatkan gaji Rp 3 juta per bulan. Sementara ES, lanjut dia, menjadi TKW di Malaysia baru 3 bulan.

Menurut Netty ketiga perempuan yang dijadikan PSK itu kabur dan langsung menuju Polsek Tanjung Pinang. "Kalau yang TKW itu, saya belum tahu kronologisnya bagaimana, yang pasti dia sudah ada di Tanjung Pinang berkumpul bersama tiga orang wanita lainnya," ujarnya.

Wakil Ketua GTPP yang juga istri gubernur Jabar ini, menyatakan masih banyaknya kasus trafficking di Jabar karena pendidikan yang masih rendah.

"Apa yang mereka lakukan kan karena ditipu, ada unsur kebodohan di sini. Makanya perlu pengentasan masalah pendidikan dan pemberdayaan ekonomoi rakyat di Jabar," tegasnya.

(ern/ern)


Berita Terkait