Dengan dipandu salah seorang guru, mereka memainkan permainan, oray-orayan dan menyanyi lagu 'tokecang'. Sambil bernyanyi, sesekali anak-anak tersebut ngibing (menari).
Gubernur beserta jajarannya sesekali ikut menyanyi dan tertawa melihat penampilan murid TK tersebut. Begitu pun dengan penonton yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa dikatakan Wawan (20) salah satu guru di sebuah sekolah dasar di Bandung. Menurut Wawan seharusnya pemerintah membuat kurikulum yang di dalamnya ada kaulinan tradisional. "Harusnya dalam pelajaran kesenian, diajarkan juga permainan seperti ini, kan lucu kelihatannya, semua pada tertawa," ujarnya. (ema/ema)











































