Sampah untuk Asmas dan Modal

Kampung Napi Jadi Kampung Teladan (6)

Sampah untuk Asmas dan Modal

- detikNews
Kamis, 29 Okt 2009 10:28 WIB
Sampah untuk Asmas dan Modal
Bandung - Pengelolaan sampah oleh warga RT 04 RW 01 Kelurahan Babakan Asih tidak cuma mengumpulkan dan membuang. Sebagian dari iuran Rp 2.000 per minggu, dialokasikan untuk asuransi masyarakat (Asmas) dan bantuan modal.

Asmas yang dimaksud bukan seperti asuransi pada umumnya, melainkan hanya istilah yang digunakan warga. Pada dasarnya, ada alokasi dana dari hasil iuran sampah untuk membantu warga yang sakit dan butuh biaya penanganan awal.

Iuran Rp 2.000 tiap minggu dari 101 KK, Rp 350 ribu digunakan untuk membayar petugas yang mengambil sampah warga. Sebagian lagi dialokasikan untuk operasional Kartoen Ervat, dan sisanya sebesar Rp 360 ribu per bulan digunakan untuk program Asmas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide Asmas ini digagas Wakil Ketua RT Sandi (27) yang akrab dipanggil Om Roy. "Kita masih punya sisa sekitar Rp 360 ribu per bulan setelah gaji, uang rokok dan kopi, serta koordinator. Uang tersebut dimasukkan ke kas, fungsinya untuk Asmas," tutur Om Roy yang juga mantan napi Kebon Waru.

"Dananya bukan pinjaman, tetapi sepenuhnya diberikan untuk biaya ke dokter, apotek, bahkan ada yang sampai ke rumah sakit atau jika warga meninggal dan keluarganya membutuhkan," lanjutnya.

Selain Asmas, dana tersebut juga dialokasikan untuk start up kapital. Kebanyakan warga berprofesi sebagai pedagang dan pengrajin seperti sablon atau pernak-pernik dari resin. Terkadang mereka butuh modal meski tidak terlalu besar. Kebutuhan seperti ini, selama dana Asmas masih ada, bisa digunakan.

Β "Di sini rata-rata bekerja informal. Misalnya ada yang butuh 100 ribu atau 200 ribu untuk modal, kita berikan," papar Om Roy.

Berbeda dengan Asmas, alokasi kas warga untuk modal ini bersifat pinjaman. Pengembaliannya disesuaikan dengan kesanggupan warga. "Jika ada yang minjam Rp 100 ribu dan sanggupnya menyicil 15 kali dalam sebulan atau 2 bulan, disepakati sejak awal. Dan peminjaman tersebut tidak dikenakan bunga," terang Om Roy.

Semua pemasukan dan penggunaan kas warga disusun dalam pembukuan yang rapi. Semua dibuat setransparan mungkin dan mudah diakses oleh warga.

Ketika detikbandung melihat pembukuannya, tergambar jelas bagaimana kas yang tentu saja minim untuk mengakomodir 500 jiwa dari 101 KK di RT 04.

(lom/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads