Ratusan Mahasiswa Tuntut Pemerintah Tegakkan Khilafah

Ratusan Mahasiswa Tuntut Pemerintah Tegakkan Khilafah

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 28 Okt 2009 14:57 WIB
Bandung - Di tengah hujan gerimis, sedikitnya 300 orang dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) menggelar aksi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (28/10/2009). Mereka menuntut pemerintah SBY meninggalkan sistem neo-liberalisme dan menggantinya dengan syariah dan khilafah.

Massa laki-laki dan perempuan demo secara terpisah. Laki-laki tepat berada di depan gerbang Gedung Sate, sementara massa perempuan berdiri di seberang jalan (dekat Lapangan Gasibu) dengan menghadap Gedung Sate.

Massa membawa beberapa spanduk yang isinya antara lain "Tinggalkan sekularisme demokrasi, 'Tinggalkan neoliberalisme, dan 'Tetapkan syariah dan tegakkan khilafah'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat aksi sedang berjalan, hujan mulai turun, namun tak lebat hanya gerimis. Beberapa massa perempuan mengeluarkan payungnya. Sementara massa laki-laki secara bergantian terus berorasi. Sementara itu 50 aparat polisi berjaga-jaga di sekitar mereka.

Juru Bicara BKLD Chandra menyatakan rakyat saat ini jatuh miskin karena selama ini pemerintah menggunakan paham seperti kapitalisme, sosialisme, dan neo-liberalisme.

"Makanya kami menuntut pemerintah untuk meninggalkan sistem itu dan menggantinya dengan syariah dan khilafah," tuntutnya.

Saat disinggung soal aksi yang dilakukan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Chandra menyatakan jauh hari sebelum peringatan Sumpah Pemuda hari ini, mereka bersama 5 ribu mahasiswa lainnya di Indonesia telah menggelar kongres Mahasiswa Islam Indonesia pada 18 Oktober 2009 lalu.

"Bukan tak menghormati gaung semangat pemuda pada saat itu, namun kami rasa ruhnya saat ini sudah hilang. Makanya kami mencetuskan pada 18 Oktober lalu dengan Sumpah Mahasiswa," katanya.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads