Massa laki-laki dan perempuan demo secara terpisah. Laki-laki tepat berada di depan gerbang Gedung Sate, sementara massa perempuan berdiri di seberang jalan (dekat Lapangan Gasibu) dengan menghadap Gedung Sate.
Massa membawa beberapa spanduk yang isinya antara lain "Tinggalkan sekularisme demokrasi, 'Tinggalkan neoliberalisme, dan 'Tetapkan syariah dan tegakkan khilafah'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru Bicara BKLD Chandra menyatakan rakyat saat ini jatuh miskin karena selama ini pemerintah menggunakan paham seperti kapitalisme, sosialisme, dan neo-liberalisme.
"Makanya kami menuntut pemerintah untuk meninggalkan sistem itu dan menggantinya dengan syariah dan khilafah," tuntutnya.
Saat disinggung soal aksi yang dilakukan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Chandra menyatakan jauh hari sebelum peringatan Sumpah Pemuda hari ini, mereka bersama 5 ribu mahasiswa lainnya di Indonesia telah menggelar kongres Mahasiswa Islam Indonesia pada 18 Oktober 2009 lalu.
"Bukan tak menghormati gaung semangat pemuda pada saat itu, namun kami rasa ruhnya saat ini sudah hilang. Makanya kami mencetuskan pada 18 Oktober lalu dengan Sumpah Mahasiswa," katanya.
(ern/ern)











































