Rumah Warga Penuh Warna dan Mural

Kampung Napi Jadi Kampung Teladan (4)

Rumah Warga Penuh Warna dan Mural

- detikNews
Rabu, 28 Okt 2009 13:47 WIB
Rumah Warga Penuh Warna dan Mural
Bandung - Program lain yang juga diterapkan di RT 04 RW 1 Kelurahan Babakan Asih adalah bagaimana agar lingkungannya nyaman. Muncullah ide mencat tiap rumah warga dengan variasi warna, ditambah mural.

Untuk membedakan rumah yang termasuk RT 04 cukup mudah. Perhatikan cat rumahnya, jika masih satu tema dengan rumah di sebelahnya maka itu masih termasuk. Kalau berbeda, artinya rumah tersebut sudah di luar wilayah RT 04.

Meski warna cat tiap rumah bervariasi, namun tema pewarnaan terlihat cukup jelas. Selain itu, ada juga ciri khas lain yakni mural atau gambar-gambar besar di dinding luar rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kegiatan yang satu ini, warga didampingi komunitas Flagrance Act Bombing (FAB). Komunitas street artist ini menggoreskan garis-garis besar dan temanya, setelah itu warga membantu menyempurnakan gambar dan pewarnaannya.

Rumah-rumah yang didiami sekitar 101 KK dan 500 warga di RT 04 ini memang jauh dari mewah. Namun suasana ceria tetap terasa ketika melintas di jalan yang agak lebar maupun di gang yang lebarnya hanya sekitar satu meter.

"Desain yang terkesan meriah ini dimaksudkan agar tercipta suasana yang nyaman. Secara teori, tingkat stress manusia akan berkurang jika berada di lingkungan yang penuh warna dan gambar-gambar unik," papar Reggi Kayong Munggaran dari Common Room yang sudah mendampingi warga RT 04 sejak tahun 2000.

Efek dari program ini, warga sekitar bahkan dari RT lain tidak canggung berfoto khususnya di mural yang dianggap menarik.

"Ada cerita unik soal mural ini. Ibu pemilik percetakan foto di depan gang, sempat bercerita pada saya bahwa omsetnya meningkat. Orang-orang yang berfoto di mural, mencetak fotonya di dia," tambah Reggi.

Tidak hanya warga, bahkan seniman asal Bandung Tisna Sanjaya yang sempat mengunjungi RT 04, sempat menjajal salah satu dinding rumah warga. Ia juga mengajak dan mengkoordinir anak-anak untuk turut menggoreskan kuas. Tentu saja anak-anak senang. Namun dikemudian hari, karena mempertimbangkan tema dan pewarnaan, goresan Tisna dan anak-anak tersebut ditimpa mural yang baru.
(lom/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads