Peristiwa bagaimana tersunatnya kemaluan Ferdi Ramadan (4) pada Selasa pagi (27/10/2009), hingga kini masih misterius. Dokter puskesmas yang menanganinya meyakini jika yang menyunat Ferdi adalah yang benar-benar ahli. Namun secara medis, hal itu sulit dijelaskan.
"Sangat sulit dijelaskan secara medis, namun Ferdi memang benar sudah disunat," ujar Dokter Puskesmas Garuda Andri Khomaeni, saat ditemui detikbandung di puskemas, Jalan Dadali, Rabu (28/10/2009).
Keyakinan Andri tersebut diperkuat dengan kondisi kelamin Ferdi. Kulit kuncup kelamin Ferdi benar-benar sudah terpotong. "Nah biasanya bocah itu kan sering memainkan alat kelaminnya, nah kulit kuncupnya itu suka digulung ke atas dan nantinya balik lagi. Tapi kasus Ferdi lain, saya coba gulung ke atas, enggak balik lagi karena kuncupnya sudah terpotong," ujarnya panjang lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika sunatan hasil manusia, menurutnya akan ada bekasnya seperti jahitan, ada darah yang mengering atau luka bakar jika disunat pakai laser.
"Tapi Ferdi tidak, sangat rapi. Disunat bagaimana pun caraya selalu ada pendarahan, kasus Ferdi tak ditemukan bekas pendarahan ataupun si pasien yang trauma, malah baik-baik saja," ucapnya.
Kelamin Ferdi diketahui dalam kondisi sudah disunat ketika akan dimandikan oleh ibunya Lista Arista sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa pagi (27/10/2009), di rumahnya, Gang Tudung Sari 1 No.203, RT 6 RW 6 Kelurahan Garuda, Kecamatan Andir.
(ern/ern)











































