Hal itu dilakukannya pada saat Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 di Balai Kota Bandung, Rabu (28/10/2009).
Sebelum membacakan sambutan dari Menpora, secara spontan, Dada meminta dua orang perwakilan dari pelajar yang mengikuti upacara untuk ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesaat kemudian, anggota Pramuka benama Ahmad dan murid SMA 3 Bandung Riva maju untuk menyampaikan pesan. "Hadapnya jangan ke saya. Kalau saya kan tidak pakai narkoba," seru Dada saat kedua remaja itu berbicara sambil menghadapnya.
Saat keduanya menyampaikan pandangan dan ajakan untuk menjauhi narkoba, Dada pun sesekali menyaut lewat mic-nya. "Setuju, setuju. Benar itu," katanya.
Ditambahkan Dada, dirinya khawatir dengan meningkatnya pengguna narkoba akan menjadi penyakit di kalangan generasi penerus. Menurutnya, narkoba merupakan barang haram yang dapat merusak generasi muda sebagai penerus bangsa.
"Kasihan, orang tua punya cita-cita anaknya jadi presiden, menteri, atau walikota, tapi ternyata malah pakai narkoba," tuturnya.
Dengan tegas Dada mengatakan para pengguna narkoba akan menemui ajal lebih dulu jika tidak segera berhenti. "Silahkan mati duluan untuk pengguna narkoba, semoga yang ikut upacara hari ini tidak ada yang pakai narkoba. Setuju?," tanya Dada yang di jawab koor setuju dari para peserta upacara.
Peserta upacara terdiri dari pelajar SMU Kota Bandung, organisasi pemuda, komunitas pemuda sperti sepeda ontel, PNS, Anggota DPRD, Kepala Dinas Pemkot Bandung, dan pejabat lainnya.
Usai upacara diberikan juga penghargaan kepada sejumlah pemenang yang dilaksanakan saat perayaan ultah Bandung ke 199 lalu. Diantaranya pemenang lomba kendaraan hias, dan sepeda unik. (avi/ern)











































