Dalam usianya yang masih 12 tahun, Imas harus menanggung beban yang sangat berat. Keterbelakangan mental yang dialaminya masih ditambah beban mengandung bayi perempuan hingga melahirkan, tanpa diketahui siapa yang menghamilinya.
Psikiater RSHS yakni dokter Teddy Hidayat yang memeriksa Imas, mengaku belum mendapat petunjuk sama sekali terkait siapa yang menghamili Imas.
"Sejauh ini, kami hanya bisa memberikan pengobatan kepada Imas secara kontinyu untuk memulihkan kondisi fisiknya. Sulit sekali berkomunikasi dengan Imas," ujar Teddy saat ditemui di ruang kerjanya di RSHS, Selasa (27/10/2009).
Lebih lanjut Teddy menuturkan bahwa dari informasi yang diperolehnya, nama sebenarnya Imas adalah Ipah. Namun setiap kali ditanya namanya, ia selalu mengaku bernama Imas.
Imas yang sudah bertemu kembali dengan orangtuanya, akan dibawa kembali ke Garut setelah sebelumnya ditampung Yani Iriani, seorang pegawai Dinas Perlindungan Anak Kota Cimahi awal tahun lalu. Sementara nasib bayi Imas yang diberi nama Cintana Abika Ilahi itu belum diketahui apakah jadi diadopsi orang lain atau akan ikut bersama ibu dan nenek serta kakeknya ke Garut.
(lom/lom)











































