Persembahan Seniman Bandung yang Bukan untuk Rendra

Bandung Mengenang Rendra

Persembahan Seniman Bandung yang Bukan untuk Rendra

- detikNews
Senin, 26 Okt 2009 15:45 WIB
Persembahan Seniman Bandung yang Bukan untuk Rendra
Bandung - Sejak WS Rendra meninggal (6/8/2009), sejumlah seniman Bandung memang telah menggagas beragam acara untuk Si Burung Merak itu. Namun mereka tidak ingin acara tersebut terkesan seperti persembahan terakhir untuk sang maestro.

Seperti dituturkan oleh Herry Dim, salah satu panitia dan penggagas ide Bandung Mengenang Rendra (BMR) dalam press conference Bandung Mengenang Rendra di Gedung Indonesia Menggugat Jl Perintis Kemerdekaan, Senin (26/11/2009).

"Apa yang akan kita buat nanti bukanlah persembahan untuk Rendra. Ia sudah pergi dari kita semua. Tidak ada lagi sesuatu yang ia perlukan kecuali do'a dari kita selaku seniman dan keluarganya," tutur Herry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herry menambahkan, apa yang telah disuarakan oleh Rendraย  semasa hidupnya, sekarang sudah sepatutnya dilanjutkan oleh yang masih hidup.

"Kemerdekaan, pendidikan yang layak, kesejahteraan penduduk dan hal-hal lain yang banyak disuarakan Rendra tidak akan pernah mati. Selama kita semua baik seniman ataupun non seniman getol memperjuangkan itu. Entah lewat sastra, seni, budaya dan penggalangan toleransi antar umat manusia," imbuh Herry.

Acara yang digelar mulai 28 Oktober hingga 15 November 2009 ini, terdiri dari sepuluh agenda kegiatan. Namun Herry meyakinkan rangkaian gelaran ini akan jauh dari imej mengenang selama ini yang lekat dengan seremonial, kenduri dan euforia.

"Akan ada sejumlah diskusi, apresiasi dan eksibisi yang berkaitan dengan karya-karya Rendra. Beberapa di antaranya adalah Pameran Senirupa Megatruh Kambuh, Pameran Senirupa "Nyanyian Angsa" yang terinspirasi dari karya-karya puisi Rendra, pemutaran film, hingga kilas balik eksibisi beberapa karya Rendra," tambah Herry.

Selain itu, akan diluncurkan pula CD yang berisi dokumentasi singkat karya-karya Rendra yang bertujuan untuk terus menghidupkan Rendra di kalangan generasi muda.

"Tidak ada yang ingin gagasan-gagasan Rendra mati seiring kepergiannya. Makanya, akan ada peluncuran CD tentang Rendra yang nantinya mendorong orang untuk menelusuri karya-karya Rendra yang lain," imbuh Herry.

Selain di GIM, acara ini rencananya akan digelar di Yayasan Pusat Kebudayaan, Bale Rumawat Unpad, Unpar, dan STSI.

"Ini sebagai salah satu cara untuk mensosialisasikan karya-karya Rendra kepada publik, utamanya untuk generasi-generasi sekarang," tandas Herry.
(avi/ern)


Berita Terkait