Latihan yang berlangsung, Kamis (22/10/2009), di kantor PT Dirgantara Indonesia melibatkan lebih kurang 50 orang prajurit Bravo yang terlatih yang berkemampuan melaksanakan Aksus (aksi khusus), Kemampuan Banik (bantuan teknik) serta kemampuan jihandak (penjinak bahan peledak).
Dankorpaskhas Marsma TNI Harry Budiono dalam sambutannya mengatakan simulasi dan antisipasi dari keadaan sebenarnya yaitu ancaman teroris dari udara yang mungkin sungguh-sungguh akan terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latihan kontijensi ini, imbuh Harry, dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pembinaan kemampuan prajurit Denbravo, dan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan untuk menjawab tantangan tugas seperti ancaman terorisme.
"Dan secara keseluruhan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiagaan prajurit Paskhas dalam mengemban tugas-tugas operasi dimasa datang," ujar Harry dalam sambutannya.
Kunjungan Pasis Sesko Australia
Sementara itu selesai menutup Latihan kontijensi Detasemen Bravo Paskhas, Komandan Korps Paskhas Marsma TNI Harry Budiono menerima kunjungan 30 orang Perwira Siswa (Pasis) Sesko Australia (Australian Command and Staff College) di Ruang Yudha Mako Korpaskhas.
Rombongan ACSC yang dipimpin oleh Colonel John Hudson menerima penjelasan tentang tugas dan fungsi Detasemen Bravo Paskhas sebagai pasukan Khusus yang dimiliki oleh Angkatan Udara Indonesia. Dilakukan pula pemutaran film kegiatan latihan Bravo.
Usai penerimaan secara resmi, Dankor Paskhas Marsma TNI Harry Budiono dan Colonel John Hudson saling bertukar cindera mata dan dilanjutkan dengan foto bersama. (ahy/ema)










































