Hal itu disampaikan Ketua Umum Sekar Telkom Wartono Purwanto di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (22/10/209). Dalam rilisnya yang diterima detikbandung, Wartono menyatakan pengelolaan dan pengawasan merupakan tantangan bagi Meneg BUMN baru.
Meneg BUMN Baru harus bisa melakukannya secara lebih efektif. Apabila pengawasan BUMN lemah seperti sekarang ini, lanjutnya, maka BUMNΒ akan tetap lemah, dan bahkan BUMN yang sudah kuat pun akan melemah dan bahkan mati dicaplok swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisa jadi, sindirnya, jargon Meneg BUMN baru nanri 'lebih tidak terkendali lebih baik'.
Sementara itu, Sekjen Sekar Telkom Amir Fauzi menambahan perlunya keterlibatan karyawan secara intensif dalam pengendalian dan pengawasan perusahaan.
"Tidak hanya menunggu laporan penyimpangan ke KPK saja, namun perlu ada mekanisme yang memberdayakan karyawan BUMN dalam pengendalian dan pengawasan BUMN untuk kinerja BUMN yang lebih baik," tandas Amir.
Pendapat ini diamini Wartono. Menurutnya karyawan adalah pihak yang paling peduli terhadap kinerja perusahaan untuk jangka waktu yang paling lama dibanding pihak manapun.
"Kalau direksi dan Komisaris hanya peduli pada jangka waktu masa tugasnya saja agar dinilai baik oleh Meneg BUMN," sindirnya.
Karenanya dia mengajak seluruh karyawan BUMN untuk terlibat langsung dalam pengawasan dan pengendalian perusahaan agar semakin transparan dan akuntabel.
(ern/ema)










































