"Pemahaman tentang Islamnya masih dangkal," kata Ketua Klub Poligami Global Ikhwan Mochamad Umar menjawab pertanyaan wartawan terkait kontroversi masyarakat mengenai poligami, di kantor detikbandung, Jalan Lombok 33, Selasa (20/10/2009).
Umar menjelaskan, konsep poligami yang ditekankan kelompoknya adalah poligami sebagai ibadah dan juga bagaimana menjadi seorang pemimpin dalam sebuah keluarga, serta pembagian tugas dalam sebuah keluarga. "Bukan semata-mata memenuhi keperluan seks," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung optimistis berdirinya klub Global Ikhwan yang dikhawatirkan ditentang masyarakat banyak, ia menjawab tegas, "Orang mengecam poligaminya dan bukan klubnya, berarti mereka harus berhadapan dengan Tuhan dan perintah Rasul. Saya tidak khawatir dengan penolakan," tangkis Umar.
Soal konsep kepemimpinan, Umar menjelaskan jika dalam menjalankan poligami suami diuji untuk bisa berbagi dengan istri-istrinya. "Suami bukan untuk diperebutkan, tapi untuk bisa saling share (berbagi)," uajrnya.
"Jangan bicarakan poligami kalau persoalan monogami saja tidak selesai," tegasnya.
Untuk target keanggotaan sendiri, pihaknya tidak menargetkan berapa jumlah anggota yang harus ikut bergabung dalam klub poligami ini. (ahy/ern)










































