Misalnya di www.gratisiklan.com, iklan yang terpasang bertuliskan 'saya mahasiswa 21 tahun, jual ginjal(600jt), golongan darah O, no drugs and alcohol, sehat.
bisa nego'.
Di www.jual-beli.com, harganya lebih murah lagi hanya Rp 180 juta. Iklannya cukup singkat 'jual ginjal sebelah gol darah o resus + berbadan sehat Rp 180.000.000'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iklan tersebut menyatakan 'Sebelumnya terimakasih sudah buka halaman ini. Saya seorang pemuda umur 25 tahun tempat di Bandung, saya bebas dari narkoba dan minuman keras, golongan darah saya B. Bagi kawan-kawan yang butuh ginjal karena fungsi ginjal tidak berfungsi maka hubungi saya'. Selanjutnya tertulis nama dan nomor telepon Andre.
Andre mengaku terganggu dengan iklan tersebut karena dirinya merasa tidak memasang iklan dan akan menjual ginjal. "Karena itu kerjaan orang iseng yang tidak suka pada saya. Saya merasa terganggu," ujarnya.
Lain halnya dengan Andre, Kania, menyatakan serius dengan iklan yang dipasangnya. Kania pun tahu bahwa banyak iklan iseng penjualan ginjal di internet.
Tapi dengan tegas dia meyakinkan detikbandung bahwa dia tidak main-main asal sesuai dengan harga yang dia patok. "Saya pengennya Rp 600 juta. Untuk biaya pengobatan ditanggung yang minta ginjal," tandasnya.
(ema/ern)











































