Wakaba Cocok Dikendarai di Lokasi Gempa

Wakaba Cocok Dikendarai di Lokasi Gempa

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 13 Okt 2009 12:39 WIB
Wakaba Cocok Dikendarai di Lokasi Gempa
Bandung -

Kendaraan Wahana Karya Anak Bangsa (Wakaba) tidak hanya dirancang untuk kebutuhan masyarakat daerah terpencil dan pedesaan. Mobil racikan buatan dalam negeri ini pun cocok dikendarai di lokasi-lokasi bencana alam seperti gempa.

"Kendaraan Wakaba ini pantas digunakan untuk kondisi jalan yang sulit dijangkau. Seperti saat jalan rusak akibat gempa. Selain lebih kecil dari ukuran mobil pick-up, mobil ini bisa memuat barang hingga 500 kilogram," jelas Wakil Ketua Group Klaster Industri Komponen Otomotif Jabar, Wisnuadji, saat jumpa pers di kantor Disperindag Jabar, Selasa (13/10/2009).

Mesin kendaraan tersebut, kata Wisnuadji, dibuat oleh pihak BPPT. Wakaba memiliki kapasitas 500 cc dan saat ini bahan bakarnya bensin atau premium. Namun begitu, lanjut dia, sebenarnya kendaraan ini dapat menggunakan semua bahan bakar minyak lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk desain, jelas dia, tergantung nanti dari kebutuhan dan pesanan. Sementara perkembanganya nanti, body mobil dapat dibuat dari bahan fiber glass, plastik dan metal.

"Kami berharap masukan dari masyarakat untuk desain mobil Wakaba ini. Selain itu, untuk bahan body mobil ke depannya dapat bekerjasama dan dibuat oleh industri kecil seperti kalangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Jawa Barat," ucapnya.

Menurut Wisnuadji, strategi pengembangan kendaraan multiguna adalah dengan merancang chassis single platform yang dapat digunakan untuk berbagai jenis kendaraan.

"Komponen dan aplikasi kendaraan ini dapat dibuat oleh Industri Kecil Menengah. Sehingga, pengembangan kendaraan akan memberi ruang buat mereka juga," jelasnya.

Dia menambahkan, mobil Wakaba juga bisa diracik menjadi kendaraan khusus. Seperti untuk mobil pengangkut sampah, puskesmas keliling, perpustakaan keliling dan lainnya.

Di tempat sama, Kadisperindag Jabar Agus Gustiar mengharapkan Wakaba yang dirancang khusus ini dapat menopang ketahanan pangan nasional, terutama meningkatkan kelancaran pengangkutan dan distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

"Kendaraan tersebut multiguna, irit bahan bakar, harga terjangkau dan mudah perawatannya," terang Agus Gustiar.

(bbp/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads