Dedi Suhendi (42), pengurus RT 08 RW 4 mengatakan sebetulnya warga berniat pindah tapi terkendala dana. Maka mereka memilih untuk tetap bertahan di tenda pengungsian.
Menurut Dedi, sebagian besar warga yang rumahnya terbakar kini tinggal di tenda pengungsian yang terbuat dari terpal. Selain itu, ada juga yang tinggal di ruang serba guna RT dan di rumah kerabatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini warga baru mendapat bantuan dari Kecamatan Babakan Ciparay sebanyak 2 karung beras dan mie instan serta uang sumbangan sebesar Rp 845 ribu termasuk Ro 150 ribu dari kas RT.
Seorang warga, Iyah (50), istri Uju, mengaku rumahnya menjadi sumber api pertama. Namun dirinya tidak tahu persis kalau api keluar dari atap. "Semua barang-barang habis tak tersisa," ujar Iyah lirih ditemui di tenda pengungsian.
Iyah mengaku dirinya sudah tinggal di rumah tersebut selama 30 tahun. Dirinya menuturkan tidak akan pindah dan masih menunggu bantuan. "Saya akan kumpul sama keluarga di tenda sambil menunggu bantuan," ucapnya.
(ema/ern)











































