Jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Bandung-Padang meningkat drastis pasca gempa di Padang, Sumatera Barat. Bahkan, setiap harinya jumlah kursi yang tersedia selalu penuh terisi.
Seorang pengelola perusahaan oto bus, Chaidhir N (27), mengungkapkan hal tersebut saat dihubungi detikbandung melalui ponselnya, Kamis (8/10/2009).
"Sejak tanggal 2 Oktober hingga sekarang, ada peningkatan penumpang dibandingkan hari biasanya," jelas Chaidhir yang mengelola bus yang berada di bawah naungan PT Naikilah Perusahaan Minang (NPM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasca gempa di Padang, armada yang tersedia menjadi empat bus. Setiap harinya, bus tersebut berangkat dari Bandung menuju Padang," jelas Chaidhir.
Bus yang tersedia, jelas dia, terdiri dari satu AC dan tiga non-AC. Setiap bus memiliki kapasitas 40 kursi. Pangkalan bus NPM, kata Chaidhir, biasa mangkal di Jalan Soekarno-Hatta atau tepatnya di sekitar kawasan Pasar Caringin Bandung.
"Kalau sebelum gempa dua bus yang diberangkatkan, sekarang ada empat. Jadi, kenaikan penumpang sekitar 60 persen," jelasnya.
(bbp/ema)










































