Dikatakan Ketua Panitia Toni Samiaji, kegiatan ini seharusnya digelar bertepatan dengan Hari Ozon 16 September. Tapi karena waktunya kurang pas jadi diundur.
"Tanggal 16 September berdekatan dengan Lebaran, panitia dan undangan tidak konsen sehingga acara baru bisa dilakukan hari ini," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau menjaga ozon kita ini. Kita ingin pengetahuan tentang merawat ozon ini diketahui dan disebar lebih luas," sambungnya.
Kegiatan yang dilakukan antara lain kuliah umum, lomba cerdas cermat, pameran, dan eksperimen.
Dalam kegiatan eksperimen, para siswa-siswi SMU diajak melihat eksperimen yang berkaitan dengan ozon seperti eksperimen polusi udara, efek rumah kaca, dampak
SO2 terhadap tanaman dan eksperimen ozon troposfer.
Arufi Yanuar, siswa SMAN 6 misalnya yang mengaku eksperimen yang ditampilkan dalam acara ini begitu menarik dan sederhana.
"Eksperimennya mudah dan efektif untuk melihat berapa banyak polutan di sekitar kita," kata Arufi usai melihat eksperimen ozon troposfer. (tya/ema)










































