Asrama mahasiswa asal Bangka di Jalan Ir Juanda No 321 diserang oleh sejumlah orang yang tak dikenal. Penyerangan tersebut terjadi tengah malam antara pukul 24.00 WIB-01.00 WIB, Selasa (6/10/2009).
Akibat penyerangan tersebut, dua kaca kamar bagian depan pecah dan kaca belakang mobil Daihatsu Zebra warna putih milik warga sekitar yang terparkir di depan asrama juga pecah. Namun tidak ada korban luka atau korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menurut Yopi Chandra (22), salah seorang penghuni asrama sekitar pukul 24.00 lebih, dirinya mendengar pagar teralis asrama digoyang-goyang. Saat itu dirinya sedang menonton TV dan tidak berani keluar. Saat diintip dia melihat pelakunya tiga orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Yopi menggembok pagar. Ketiga orang yang nongkrong di kios langsung meneriakkan kata-kata kasar begitu melihat Yopi.
"Ada kata anjing dan bahasa Sunda kasar," tutur Yopi. Merasa tidak bersalah, Yopi pun kembali masuk ke dalam asrama.
Setelah itu, lanjut Yopi, sepertinya ketiga orang tadi memanggil teman-temannya yang lain. Tak berapa lama kemudian kaca-kaca dilempari botol minuman yang diduga berasal dari kios warung.
Tak hanya itu, para penyerang pun masuk ke dalam asrama dengan membengkokan besi teralis pagar. Pintu utama yang tidak dikunci memudahkan mereka untuk masuk.
Sekitar 10 menit, para penyerang tersebut mengedor-gedor pintu kamar penghuni asrama sambil diiringi kata-kata kasar. Saat itu asrama dihuni 3 orang laki-laki dan 14 orang perempuan.
"Ya, mereka sempat masuk ke dalam dan menggedor pintu dan menyuruh keluar dengan teriakan keluar," ujar Yopi.
Yopi sendiri bersama dua rekannya memutuskan untuk mengurung diri di kamar sampai situasi aman.
Ketika gedoran pintu mereda dan para penyerang diketahui sudah meninggalkan asrama, Yopi keluarย ย dan menghubungi rekan-rekannya. Salah seorang rekannya lalu melaporkan kejadian tersebut pada kantor kepolisian terdekat.
Sementara itu Sukandi (60) pemilik mobil yang juga mobilnya jadi sasaran mengatakan dirinya memang sudah biasa memarkirkan mobilnya di depan asrama karena tidak punya garasi. "Kaca mobil pecah di bagian belakang dan kaca samping bagian kanan," ujar Sukandi. (ema/ern)











































