"Ada beberapa orang yang turun dari motor tanpa bicara mereka kasih tanda segitiga di tangannya," kata salah seorang korban Edwin Pratama (18), seraya sepasang jari telunjuk dan sepasang jempol membentuk segitiga.
Setelah itu, imbuhnya, beberapa orang yang berasal dari gerombolan bermotor tersebut langsung menghajar kelompok pemuda yang tengah nongkrong di pertokoan
swalayan 24 jam di Buanbatu.
"Ada yang lempar botol, bawa samurai, dan golok," Sebut Edwin. Edwin mengalami luka sobek di kepala bagian kiri.
Senada dengan penuturan korban lainnya Dika Ramadhan (21) menuturkan, kejadian naas yang menimpa dirinya tersebut berlangsung cepat. Meski demikian, Dika masih mengingat bendera yang dibawa kelompok bermotor tersebut, "Warnanya biru ada garis kuning di bendera yang dibawa,"jelasnya.
Pantauan detikbandung, sedikitnya tiga orang menjadi korban akibat penyerangan gerombolan bermotor yang terjadi Sabtu (3/10/2009) malam pukul 23.30 WIB tersebut.
Sampai saat ini belum diketahui motif dari penyerangan tersebut. (ahy/ema)











































