Hati-Hati! Wartawan Peliput Bencana Bisa Terkena Trauma

Hati-Hati! Wartawan Peliput Bencana Bisa Terkena Trauma

- detikNews
Jumat, 02 Okt 2009 18:52 WIB
Hati-Hati! Wartawan Peliput Bencana Bisa Terkena Trauma
Bandung - Selain berefek pada pemirsa televisi, penayangan berita gempa yang dinilai berlebihan dikhawatirkan berdampak pula kepada wartawan yang berada di lapangan.

Demikian diungkapkan Komisioner KPID Jabar Bidang Isi Siaran Nursyawal. Menurut Nursyawal merekam secara visual realita korban gempa secara berlebihan juga akan berdampak pada wartawan. Hal itu berkaca dari bencana tsunami di Banda Aceh pada beberapa tahun lalu.

"Ada wartawan yang sampai tidak bisa makan karena meliput mayat bencana, jangankan wartawan yang berada di lapangan, penonton pun pasti ngeri melihat mayat di televisi," katanya saat dihubungi detikbandung via telepon seluler, Jumat (2/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada awalnya, imbuh Nursyawal, wartawan yang merekam jenazah tragedi bencana tidak merasakan langsung dampak tersebut. "Karena jadi bayang-bayang pada dirinya, akhirnya terus terpikirkan dan berdampak psikologis pada wartawan. Redaksi juga harus melindungi hal itu," kata Nursyawal.

Selain itu, KPID Jabar menyayangkan media yang menayangkan jumlah korban yang ditayangkan media. "Bencana seolah seperti olimpiade, jangan hanya mencari skor berapa. Seharusnya bagaimana membantu pemulihan trauma korban," tuturnya.

Meski demikian, imbuhnya, KPID Jabar telah mengimbau kepada beberapa media televisi untuk tidak mengulang tayangan terkait korban gempa yang dinilainya menyalahi aturan penyiaran.

"Atur kembali distribusinya," usulnya. Distribusi dimaksud adalah jika televisi ingin menayangkan jenazah korban gempa, selayaknya tayangan tersebut disiarkan di atas pukul 22.00 WIB.

"Bukanya melarang karya jurnalistik, tapi menghindari dampak negatif dari dampak tayangan tersebut yang dikhawatirkan meninggalkan trauma bagi anak-anak," jelasnya.
(ahy/ema)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini