Hal itu diungkapkan Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK kepada detikbandung yang ditemui di Salam Book House, Jalan Pasirwangi, Jumat (2/10/2009). "Saat ini Al Quran batik sudah masuk cetakan ke-2. Sebelumnya pada cetakan pertama dibuat hingga 15 ribu buah," terangnya.
Dikatakan Tasaro, distribusi Al Quran batik ini 60 persen adalah untuk pasar Jakarta, dan sisanya untuk kota-kota lainnya termasuk Bandung. "Antusias konsumen cukup baik, belum lagi sebulan sudah masuk cetakan ke-2 itu sudah bagus sekali," ujar Tasaro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia, Tasaro berharap kasus pengklaiman oleh negara lain terhadap seni dan budaya Indonesia tidak terulang kembali. "Kita jangan sibuk setelah diklaim negara lain," sambungnya.
(tya/ern)










































