Hal itu disampaikan Suyud Suhendar, Kepala Humas PT Pos Indonesia kepada wartawan, di Kantor Pos Besar Bandung, Jalan Asia Afrika, Kamis (1/10/2009). Dikatakan Suyud, kebanyakan wesel berasal dari kawasan Timur Tengah.
"Rata-rata per bulan kita biasanya mencairkan wesel union (wesel luar negeri-red) hanya Rp 1 miliar, jumlah itu meningkat hingga 200 persen pada lebaran kali ini yaitu sampai Rp 2,9 miliar. 90 persen wesel tersebut berasal dari Timur Tengah, mungkin karena TKI dari sini (Kota Bandung-red) paling banyak di Arab," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total nilai wesel tersebut disebut Suyud, berasal dari 1.151 transaksi wesel. "Kalau dibagi, rata-rata setiap pengirim wesel mengirim Rp 2,5 juta," kata Suyud.
Wesel kiriman tersebut dikatakan Suyud dapat dicairkan di 40 kantor cabang kantor pos di Kota Bandung. "Dari 56 kantor pos cabang yang ada, hanya 40 kantor yang bisa online dan dapat mencairkan wesel," jelasnya.
Lebih lanjut Suyud menjelaskan, untuk keamanan saat pengambilan uang pencairan wesel, maka disediakan ruang tersendiri. "Karena biasanya yang mengambil wesel itu karakteristiknya dari menengah ke bawah, kami sediakan ruangan khusus pengambilan wesel untuk antisipasi tidak ditodong di jalan nantinya," paparnya.
Jika perlu, pengamanan sampai rumah pun dapat diberikan jika memang dibutuhkan. "Tapi biasanya yang mencairkan wesel itu tidak sendirian, mereka datang rame-rame lalu mungkin langsung membelanjakannya ke pusat kota," tambahnya.
(tya/ern)










































