Ustakmani (58) misalnya, penjual batik di kawasan Alun-alun Bandung ini mengaku penjualan batiknya tidak menentu.
"Kadang sehari kejual 1 kodi, kadang 2 kodi, tapi kalau akhir-akhir ini biasa saja, tidak ada kenaikan," ujarnya kepada detikbandung, Kamis (1/10/200).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Ustakmani, Umi (24) pemilik toko Srikandi di kawasan Kings Shopping Center mengaku mengetahui imbauan penggunaan batik esok hari. Bahkan dirinya sempat berharap dengan adanya imbauan tersebut banyak pembeli yang mencari batik di tempatnya.
"Saya kemarin baca di koran, tadinya berharap banyak batik yang laku, tapi ternyata begini, sepi. Memang biasanya kalau habis lebaran sepi yang belanja ko," katanya.
Pada masa sebelum lebaran, Umi mengaku bisa menjual hingga 30 potong baju per harinya. "Kalau hari biasa kaya gini sih paling 6 sampai 7 potong baju," katanya.
(tya/ema)











































