Dalam halal bihalal Pemkot Bandung Rabu (30/9/2009), Prak Pilingkung berani menyindir Pemkot Bandung melalui lagu-lagunya. Di mana di dalam lagunya ada lirik yang membahas soal sampah, PKL, dan soal uang pensiunan PNS.
Selain itu, mereka juga membawakan lagu yang isinya menceritakan sosok Wali Kota Bandung Dada Rosada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memang seperti ini, membuat lagu dadakan berdasarkan tempat dan situasi, contohnya, kalau manggung di kedokteran, kita harus mengerti permasalahan di kedokteran seperti apa, kalau manggung di kampus, kita harus tau situasi kampus
tersebut seperti apa," kata Nano kepada detikbandung saat ditemui usai mengisi acara halal-bihalal Pemkot Bandung, Rabu (30/9/2009).
Nano mengatakan Prak Pilingkung tidak bermaksud untuk menyindir. Namun mereka mencoba untuk menanggapi kritis tentang berbagai permasalahan di
Kota Bandung.
"Sebetulnya tidak bermaksud menyindir, hanya kita mencoba untuk lebih kritis, dengan membuat lagu seperti ini justru kita dituntut untuk mengerti permasalahan di Kota Bandung seperti apa," tutur Nano.
Melalui lagu, ujar Nano, diharapkan Pemkot bisa menerima keluhan dan merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. "Kita justru ingin menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat, karena kita juga bagian dari masyarakat," tambah Nano.
Prak Pilingkung yang merupakan singkatan dari Ngeprak Kacapi Suling Angklung ini berdiri sejak tahun 1984. Grup kesenian yang terdiri dari 8 orang ini sudah manggung di berbagai kota di Indonesia, tidak hanya membawakan lagu dengan lirik Sunda, namun mereka juga memakai bahasa Indonesia bahkan bahasa Inggris.
"Kesenian Sunda bukan berarti kita harus memakai bahasa Sunda, justru kita harus memadukan kesenian Sunda dengan lirik bahasa Indonesia dan bahasa Inggris," pungkas Nano.
(avi/ema)










































