"Realita yang ada seperti itu, rumah dinas di sana tidak efektif untuk anggota dewan, wajar saja kalau ada wacana seperti itu," kata Rudi Harsa ditemui di sela-sela Halal Bihalal Pemprov Jabar, Jalan Diponegoro, Senin (28/9/2009).
Rudi yang pernah terpilih dua kali periode di DPRD Jabar itu mengaku, sempat menempati rumah dinas yang telah berdiri sejak tahun 1997 tersebut. Namun, ia mengaku hanya sampai tahun 2003 ia beserta keluarganya menempati rumah dinas di Cipageran itu.
"Dulu sempat ada wacana seperti itu, namun pertengahan jabatan di tahun 2008 baru dipermasalahkan, dan belum resmi dibawa ke rapat dewan dan belum ada kesepakatan,," ujarnya.
Selain itu, imbuhnya, dari 100 anggota dewan yang ada di DPRD Jabar, 60 persen anggota dewan memilih untuk tidak menempati rumah dinas yang sudah diberikan.
"Alasannya soal air, kadang keruh," ujar pria berkacamata itu.
Ia mengimbau kepada para anggota dewan yang baru untuk mengkonsultasikan permasalahan tersebut dengan Departemen Dalam Negeri untuk menemukan solusinya. "Mungkin saja dipindah, itu juga kalau Depdagri mengizinkan," ujar Rudi.
(ahy/ern)











































